Minggu, 3 Juni 2018. HR. Tubuh dan Darah Kristus

Di zaman sekarang, tindakan memberi sering dilakukan dari pada kelebihan. Dan, hal itu melulu lalu dengan materi. Bacaan Injil hari ini menampilkan kisah yang sangat berbeda. Yesus memberikan sesuatu yang paling berharga yang ada pada-Nya. Ia 'memberikan' Tubuh dan Darah-Nya, tidak hanya sebagai makanan, tetapi lebih mungkin Ia dapat tinggal di dalam para murid-Nya dan menjadi milik mereka. Perjamuan yang dibuat Yesus adalah yang baru diikat dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib.Pemberian diri Allah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dilambangkan dengan darah kurban yang disiramkan Musa (bdk. Kel. 24: 6-8).Ekaristi yang dimaklumkan Yesus sebagai tempat kehadiran-Nya merupakan perjamuan yang mempertemukan kita akan mengutamakan Kristus. Menerima Tubuh dan Darah-Nya akan mengubah diri kita.
Kenangan akan diberi diri Kristus dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya merupakan pemurnian dan penyucian manusia dari kuasa dosa. Kenangan akan pengurbanan Kristus ini sangat berguna bagi manusia. Dengan menyantap Tubuh dan Darah Kristus kita dapat senantiasa beribadah kepada Allah yang hidup (bdk. Ibr 9:14). Pada saatnya, kita diundang untuk saling memberikan pelayanan dalam ruang demi semakin luas Kerajaan Allah.
Tuhan Yesus Kristus, semoga Tubuh dan Darah-Mu yang aku sambut mengubah diriku menjadi pribadi yang murah hati, tidak ada yang bisa memberikannya kepada orang-orang yang aku layani. Amin.


Comments

Popular posts from this blog

Santo Yohanes de la Salle

Agenda Rohani Mei

Sejarah